Dalam lawatan singkat ke Turki kemarin, secara tidak sengaja (random) bertemu 4 kelompok/orang Indonesia di tempat yang berbeda-beda. Rasanya menyenangkan sekali ketika bertemu mereka dan berbincang-bincang dalam Bahasa Indonesia di negeri dengan populasi hampir 99% berhidung mancung dan bertampang jauh di atas rata-rata tersebut.
- Satu ayah, ibu, dan 2 orang anak perempuan -Farah dan Dea- dari Qatar. Satu travel di perjalanan menuju tempat ski di Uludag, Bursa. Mereka sudah 5 tahun tinggal di Qatar. Sang adik, Farah, sekolah setara SMA di Qatar sementara sang kakak, Dea, kembali ke tanah air untuk menuntut ilmu di Psikologi UI angkatan 2010. Katanya, populasi orang Indonesia di Qatar cukup banyak dan hampir sebagian besar bekerja di perusahaan perminyakan. Mereka juga memberikan 1 foto instax kami di Uludag. Thanks for the photo, girls!
- Panorama travel. Kalau ini entah jumlahnya berapa puluh orang yang jelas cukup banyak. Yang kali ini tidak sempat berbincang-bincang sama sekali. Bertemu di Blue Mosque, lumayan curi-curi dengar penjelasan tentang sejarah masjid dari guide tour mereka.
- Seorang pria asal Jakarta berusia 20-30 tahunan yang sayang sekali kami tidak sempat bertukar nama. Bertemu tengah malam di dinginnya kota Istanbul. Ternyata dia sedang transit sendirian di Istanbul selama 12 jam menuju Paris untuk bertemu temannya.
- Seorang wanita asal Bandung, Seni Rupa ITB 2003. Yang kali ini memang tidak bertemu di Turkey, tapi di Doha saat transit menuju Jakarta. Dia bersama seorang anaknya berusia baru 4 bulan. Ternyata suaminya orang Italia dan dia lagi menempuh S-2 di Indonesia. Berkenalan dari chating kemudian menikah tanpa babibubebo. W O W! Tapi, konon katanya sih memang sedang trend anak SR menikah dengan orang bule. Kalo jodoh sih emang ga kemana ya….
Sebenarnya ada beberapa orang lainnya yang “dicurigai” orang Indonesia juga, tapi memang cukup jarang. Yang jelas, walaupun belum cukup tenar, Istanbul-Turkey adalah tempat yang sangat layak untuk menjadi tujuan wisata.
*Cerita selanjutnya dan hal-hal menarik lainnya akan segera menyusul. Judul diambil dari judul novel ternama karangan Mitch Albom.